Info
Minggu, 21 Jul 2024
  • SEGENAP CIVITAS AKADEMIKA STIQ AN-NUR LEMPUING OKI MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1444 H / 2023 M

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC

disusun oleh : KOMARUDIN

A. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi dan komunikasi tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia saja. Ilmu pengetahuan juga mengalami banyak pemutakhiran. Pergeseran paradigma pendidikan mengakibatkan semua lintas disiplin ilmu berkembang dengan pesat. Perbaikan kurikulum terus di upayakan sebagai pengaruh dari perkembangan teknologi tersebut. Hal ini dilakukan untuk menciptkan generasi yang cerdas, tangguh, dan mencintai lingkungan.
Peranan guru sebagai pengelola pembelajaran adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Pengembangan kurikulum 2013 difokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, berupa panduan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya secara kontekstual (E.Mulyasa, 2014: 65). Kurikulum 2013 SD menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif. Menurut Abdul Majid (2014: 86) pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Di samping penggunaan pembelajaran tematik integratif, dalam kurikulum 2013 ini pendekaran pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan scientific (pendekatan ilmiah).
Pendekatan pembelajaran ilmiah menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerja sama di antara peserta didik dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru sedapat mungkin menciptakan pembelajaran selain dengan tetap mengacu pada Standar Proses di mana pembelajarannya diciptakan suasana yang memuat eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, juga dengan mengedepankan kondisi peserta didik yang berperilaku ilmiah dengan bersama-sama diajak mengamati, menanya, menalar, merumuskan, menyimpulkan dan mengomunikasikan, sehingga peserta didik akan dapat dengan benar menguasai materi yang dipelajari dengan baik (Abdul Majid, 2014: 195).
Hal yang mendasar yang menjadi permasalahan kurikulum 2013 adalah: pertama, kurangnya materi yang ada di buku pegangan siswa dan buku peganggan guru, sehingga guru mencari materi dari sumber lain yaitu dari internet. Saat peneliti melakukan observasi sedang mempelajari tema ekosistem sub tema hubungan makhluk hidup dan ekosistem, siswa membawa dari gambar rantai makanan yang mereka cari di internet. Kedua, Guru mengalami kesulitan dalam sistem penilaian pembelajaran tematik dimana pembelajarannya menyatu pada tema, namun penilaiannya tetap permata pelajaran. Perlu adanya kerjasama antara guru kelas dengan guru mata pelajaran PJOK. Jadwal kegiatan pembelajaran sehari-hari bukan berdasarkan mata pelajaran, namun berdasarkan tema, sub tema dan pelajaran. Ketiga, setiap guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya namun tidak ada satupun siswa yang bertanya mengenai materi yang sedang dipelajari. Selain itu, saat kegiatan ilmiah mengkomunikasikan siswa belum berani maju di depan kelas atas kemauannya sendiri. Siswa mengkomunikasikan di depan kelas atas tunjukan dari guru. Hal tersebut terbukti bahwa siswa belum aktif dalam pembelajaran.
Berangkat dari persoalan tersebut, perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang “Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Dengan Pendekatan Scientific pada kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Kelirejo” untuk melihat bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran yang terjadi sebenarnya. adanya penelitian ini akan diperoleh informasi secara akurat tentang implementasi kegiatan pembelajaran integratif dengan pendekatan scientific.

B. RUMUSAN MASALAH
Yang menjadi rumusan masalah pada karya tulis ini adalah :
1. Apakah pembelajaran tematik?
2. Apakah permasalahan-permasalahan yang muncul pada pembelajaran tematik kelas SD?
3. Bagaimana Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Dengan Pendekatan Scientific pada kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Kelirejo?

C. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
1. ANALISIS MASALAH
a. Apakah pembelajaran tematik?
Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar, konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas di SD sebaiknya dilakukan dengan pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan, di antaranya: 1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.
Belajar dan pembelajaran bermakna. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.
Pada pembelajaran Kurikulum Sekolah Dasar.akan muncul permasalahan mengapa pembelajaran tematik. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik.
Selain itu, dengan pelaksanaan pembelajaran yang terpisah, muncul permasalahan antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. Angka mengulang kelas dan angka putus sekolah peserta didik kelas I SD jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang lain. Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Sementara itu, peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Anak yang berada di kelas awal adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Selain itu, perbedaan pendekatan, model, dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi kurikulum 2013 yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran pada kelas Sekolah Dasar/lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik.

b. Apakah permasalahan-permasalahan yang muncul pada pembelajaran tematik kelas SD?
Permaslahan yang muncul pertama adalah guru. Guru sebagai pelaksana utama kegiatan pembelajarn merupakan kunci keberhasilan pembelajaran tematik. Kenyataannya belum semua guru memperoleh pelatihan pembelajaran tematik dan kurikulum 13. Lebih parah lagi bahwa para guru swasta di sekolah/madrasah swasta. Mereka belum tersentuh program pemerintah tentang kurikulum baru ini. Hal yang sulit pula adalah bagaimana guru memulai pembelajaran di kelas 4 SD. bagaimana tidak? karena di kelas 3 siswa terbiasa menerima pembelajaran dengan kurikulum KTSP 2006 dan dengan serta merta siswa ketika naik di kelas 4 menerima pembelajaran dengan kurikulum 13. Guru juga masih banyak yang belum bisa men-tematik-kan semua pelajaran pada tema tertentu dan masih perlu pemahaman yang luas. Jaring tema merupaka jaringan beberapa kompetensi dasar dari berbagai matapelajaran yang dipadukan menjadi satu tema dan satu kegiatan pembelajaran.
Permasalahan ke dua adalah kegiatan pembelajaran . Kegiatan inti pembelajarn tematik melalui lima tahapan pembelajaran yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengasosiasikan, mencoba dan membagun jejaring. Pelaksanaan pembelajaran di SD terbagi pada tema. Setiap tema terbagi menjadi sub tema dan setisp tema terbagi menjadi pembelajaran 1 sampai dengan pembelajaran 6. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setipa hari setiap kelas akan mendapatkankan satu kegiatan pembelajaran. Satu kegiatan pembelajaran merupakan pembelajaran tematik sebagai satu kesatuan tema yang menggamit beberapa pelajaran. Hal yang menjadi masalah adalah bagaimana melaksanakan pembelajaran dari beberapa mata pelajaran dengan lima langkah pembelajaran pada satu kegiatan pembelajaran yang juga terdiri dari penilaian pembelajaran baik penilaian proses maupun penilaian hasil yang tercakup di dalamnya.
Permasalahan yang ke tiga adalah sumber belajar. Pada pembelajaran tematik di SD sumber belajar yang dipakai adalah satu buku siswa. Hal ini akan menjadi masalah ketika buku siswa sebagai sumber belajar tidak dikembangkan oleh guru. mengapa demikian? Hal ini bisa dilihat bahwa buku siswa pada setiap materi pembelajaran (pembelajaran 1 s.d. pembelajaran 6) hanya terdiri dari beberapa lembar. Guru akan mengalami kesulitan manakala sumber belajar lain tidak tersedia. Bagi SD yang berada di daerah perkotaan tentu bukan masalah untuk mendapatkan jaringan internet, namun tidak demikian bagi SD yang berada di pelosok desa.

4. Bagaimana Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Dengan Pendekatan Scientific pada kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Kelirejo?
Pelaksanaan pembelajaran di kelas V SDN 01 Keli Rejo sudah menerapkan pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan scientific. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan scientific dengan tema tema 6 Organ Tubuh Manusia dan Hewan adalah kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
a. Kegiatan Awal Pembelajaran
Kegiatan awal pembelajaran merupakan kegiatan pertama yang dilakukan saat mulai pembelajaran.
Kegiatan awal pembelajaran di kelas V SD N 01 Keli Rejo yaitu berdoa, guru menanyakan kehadiran siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi, dan menjelaskan secara singkat materi sebelumnya.
b. Kegiatan Inti Pembelajaran
Dalam kegiatan inti, guru dan siswa akan membahas materi yang akan dipelajari pada pembelajaran tersebut. Kegiatan inti dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan.
a. Mengamati
Pembelajaran ini menggunakan panca indra dalam proses pengamatan. Kegiatan ilmiah mengamati di SD N 01 Keli Rejo sudah diterapkan. Kegiatan mengamati pada pembelajaran 3, 4 dan 6 gambar sebagai objeknya baik dari buku panduan maupun poster. Kegiatan mengamati di SD tersebut belum menggunakan benda nyata sebagai objek.
b. Menanya
Menurut Daryanto (2014: 65) kegiatan “menanya” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan factual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).
Kegiatan menanya di kelas V SD N 01 Keli Rejo sudah dilakukan. Pada pembelajaran 3 guru memberi pertanyaan pancingan akan tetapi siswa masih pasif untuk bertanya. Pada pembelajaran ke-4 aktifitas menanya tidak nampak dalam kegiatan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik. Pembelajaran ke-6 guru memberi pertanyaan pancingan, ada dua siswa yang bertanya ke guru.
c. Mengumpulkan Informasi
Mengumpulkan informasi merupakan Kegiatan yang menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Kegiatan ilmiah mengumpulkan informasi di kelas V SD N 01 Keli Rejo pada pembelajaran ke-3 dan 4 tidak nampak. Akan tetapi, dipembelajaran ke-6 kegiatan mengumpulkan informasi sudah diterapkan yaitu siswa mengumpulkan informasi dari sumber lain selain buku teks. Siswa mengumpulkan informasi dengan cara membaca legenda yang telah mereka tukarkan dengan legenda teman yang lain, kemudian mereka pahami isinya.
Kegiatan ilmiah mengumpulkan informasi di kelas 5 SD N Kelirejo yang dilakukan 3kali pembelajaran yaitu pembelajaran 2 dan 3 kegiatan ilmiah mengumpulkan informasi tidak nampak. Sedangkan pada pembelajaran 4 kegiatan mengumpulkan informasi sudah diterapkan yaitu siswa mengamati objek yang telah diteliti yaitu mengidentifikasi ciri fisilk kelinci. Guru memberi arahan ke siswa saat proses tersebut.
d. Mengasosiasikan/ Mengolah Informasi/ Menalar
Mengolah informasi merupakan memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
Mengolah informasi di kelas 5 SD N 01 Keli Rejo setiap kegiatan belajar melakukan kegiatan menalar. Kegiatan ini berbentuk tugas yang diberikan guru yang dikerjakan siswa secara individu maupun kelompok. Guru mendampingi siswa saat proses menalar.
e. Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan merupakan kegiatan menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kegiatan ilmiah mengkomunikasikan di kelas V SD N 01 Keli Rejo yaitu setelah kegiatan mengolah informasi baik individu maupun kelompok, guru memberi kesempatan ke siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas atau di bangku mereka masing-masing. Siswa sangat aktif dan bersemangat saat mempresentasikan hasil kerjanya hal ini terbukti bahwa setiap kegiatan mengkomunikasikan siswa maju ke depan kelas tanpa ditunjuk oleh guru. Setelah siswa mengkomunikasikan, kemudian guru menanggapi apa yang telah di presentasikan oleh siswa.
c. Kegiatan Akhir Pembelajaran
Kegiatan akhir pembelajaran yaitu memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya, melalui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Kegiatan akhir di kelas 5 SD N 01 Keli Rejo yaitu berdoa, guru memberikan tugas rumah, dan guru telah melakukan evaluasi dengan penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan.

2. PEMECAHAN MASALAH
Melihat dari keadaan tersebut untuk mengatasi masalah-masalah pembelajaran tematik integrative di kelas 5 dengan pendekatan scientific dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya:
a. Guru harus mempersiapakan diri untuk menyongsong pembelajaran tematik Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Persiapan tersebut meliputi tiga kegiatan, yaitu persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi proses dan hasil belajar. Pemerintah dalam hal ini kemendibud dan kemenag harus secara merata melaksanakan pelatihan bagi semua lapisan guru SD baik guru PNS maupun guru swasta. Pelatihan pembelajaran tematik ini harus benar-benar mencapai sasaran dengan perbandingan 30% teori dan 70% praktek.
b. Kegiatan praktek mengajar pada pembelajaran tematik harus benar-benar menggamit langkah pembejaran scientific approach yaitu mengamati, mananya, mangasosiasi, mencoba, dan membangun jejaring. Pemerintah juga harus melakukan kegiatan pendampingan ketika tahun ajaran baru dimulai hingga semua warga sekolah/madrasah benar-benar menguasai. Pemahaman yang mendalam mengenai jaring-jaring tema perlu ditanamkan kepada semua guru sehingga pelaksanaan pembelajaran bisa berjalan, demikian juga dengan pemahaman mengenai penilaian autentik. Guru masih belum sepenuhnya memahami system penilaian pembejaran tematik dimana pembejarannya menyatu pada tema, namun penilaiannya tetap permata pelajaran. Perlu juga adanya kerjasama antara guru kelas dengan guru mata pelajaran olahraga. Pada pembelaran tematik di kelas. Jadwal kegiatan pembelajaran sehari-hari bukan berdasarkan mata pelajaran, namun berdasarkan tema, subtema, dan pembelajaran. Hal ini menimbulkan permasalahan bagi guru olahraga. Pada kegiatan pembelajaran yang terdiri dari beberapa mata pelajaran (PPkn, bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, serta pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan) disajikan pada sebuah tema sehingga tidak terasa perpindahan mata pelajaran satu ke mata pelajaran lainnya. Guru kelas dan guru olahraga harus bekerjasama untuk menyusun skenario pembelajaran yang benar-benar tematik.

c. Sumber belajar yang digunakan sebagai buku wajib telah disediakan oleh pemerintah. Setiap tema sebagi satu buku terdiri dari 4 subtema dan setiap subtema terdiri dari 6 kegiatan pembejaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa satu semester terdiri dari satu buku. Guru perlu mengembangkan materi-materi pembelajaran yang ada sehingga pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing. Pihak sekolah perlu juga mengusahakan jaringan internet. Dengan internet, akan membuka dunia luar bagi anak-anak untuk mengetahui dunia luar yang ternyata telah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Pihak manajemen sekolah juga harus menyediakan sumber belajar lain seperti buku-buku pengayaan, buku-buku laithan, dan buku-buku berkaitan dengan pembelajaran tematik.

D. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan awal pembelajaran di SD Negeri 01 Keli Rejo sudah dijalankan. Kegiatan awalnya yaitu berdoa, presensi kehadiran siswa, apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi, menjelaskan materi yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya.
2. Kegiatan inti di SD Negeri 01 Keli Rejo sudah menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik yaitu pembelajarannya menggunakan tema sebagai pemersatu mata pelajaran. Pendekatan saintifik yang meliputi 5 M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan sudah diterapkan, hanya saja tidak setiap hari kegiatan ilmiah 5M tersebut diterapkan.
3. Kegiatan akhir di SD Negeri 01 Keli Rejo yaitu berdoa, guru memberi tugas rumah, menyampaikan pembelajaran di pertemuan berikutnya dan memberi evaluasi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
4. Hambatan dan pendukung dalam implementasi pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik di SD Negeri 01 Keli Rejo, adalah alokasi waktu pembelajaran kurang sehingga guru mengatasi hambatan ini dengan memberikan pekerjaan rumah. Sumber belajar yaitu buku pegangan siswa dan guru dengan materi yang sedikit tetapi latihan soalnya yang banyak sehingga guru mengatasi hambatan ini dengan mencari materi dari sumber lain misalnya dari internet. Kurangnya tertarikan siswa dalam bertanya, penggunaan bahasa yang belum sesuai dengan ejaan EYD saat siswa mengkomunikasikan sehingga guru mencari solusinya dengan cara memberikan latihan membaca, menulis, dan tanya jawab agar siswa aktif dan terbiasa untuk bertanya. Media pembelajaran kurang bervariasi, solusi guru adalah dengan lebih kreatif dan lebih mempersiapkan lagi. Penilaiannya jadi tambah banyak karena menggunakan pertema tetapi penilaiannya akhir permata pelajaran solusi untuk mengatasi hambatan ini yaitu guru dapat mengikuti kegiatan KKG Kurikulum 2013 dan mendiskusikan kendala-kendala tersebut dalam kegiatan KKG dan kerja sama antara guru kelas dengan guru pelajaran olahraga.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

B. Uno, Hamzah Profesi Kependidikan (2009). Jakarta : PT Bumi Aksara

Daryanto. (2014) Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.

E.Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Imas Kurinasih & Berlin Sani. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Post Terkait

link Pengajuan Judul SKripsi

Senin, 6 Nov 2023

HIDUP BERDAMAI DENGAN PANDEMI

Sabtu, 14 Agu 2021

QASHSUL ANBIYA` SMT 2

Kamis, 1 Jul 2021

SMT 4 ILMU RIJALUL HADITS

Rabu, 30 Jun 2021

TAHFIDZ AL HADITS

Rabu, 30 Jun 2021

BAHASA ARAB SMT 2

Rabu, 30 Jun 2021
///////////////////////////////////// ///////////////////////////////////// Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor Slot Gacor ///////////////////////////////////// ////////////////////////////////////